Saturday, December 6, 2014

Stop and rewind.

Sepertinya sejak siang tadi langit tidak berhenti mendung, pulang dari lab juga saya kehujanan. Ah, semoga tidak kena flu lagi.

Wah hallo again journal, tidak terasa kalau ini sudah Desember. Sebentar lagi 2014 berakhir. Tahun yang terasa singkat tapi begitu berkesan buat saya. Kalau di-flashback rasanya Januari seperti kemarin, teringat Desember tahun lalu saya berhasil lolos seleksi aplikasi beasiswa dan berhak mengikuti seleksi interview bersama kandidat lainnya. Dan ternyata itu sudah setahun yang lalu.

Tahun berganti, 2013 jadi sejarah, dan Februari pun datang dengan berita gembiranya. Saya secara resmi diumumkan lolos sebagai salah satu penerima beasiswa AAS tahun ini. Saya rasa saya tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan betapa bahagianya saya saat itu. Akhirnya satu dari sekian mimpi-mimpi itu terwujud.

Alhamdulillah.

Tiga bulan setelah pengumuman, tepat di minggu keempat bulan Mei saya berangkat ke Bali untuk mengikuti program Pre-Departure Training (PDT) saya lengkap dengan kelas English for Academic Purposes (EAP)-nya. Waktu yang saya habiskan di Bali pun juga terasa begitu singkat, di sana memang cukup sibuk sehingga sepinya Ramadan tahun ini tidak sampai membuat saya frustasi.

Yah, tahun ini memang jadi Ramadan pertama saya jauh dari keluarga, merasakan betapa sahur dan buka puasa sendiri itu sangat tidak menyenangkan. 

Ditambah lagi saya harus berbesar hati merayakan ulang tahun saya sendiri. Meskipun seperti biasa memang tidak dirayakan tapi setidaknya ultah-ultah sebelumnya ada mereka, mereka yang sebelum sholat subuh berjamaah kami selalu mencium pipi kanan-kiri saya, memberi pelukan hangat, sembari bergumam,

“Selamat ulang tahun Ka Nita, semoga panjang umur dan apa yang dicita-citakan tercapai. Amiiin.”

Sederhana sekali, tidak ada bingkisan terbungkus kertas kado, kuetart, atau apapun itu. Hanya doa dan pelukan dari mereka satu persatu, pelukan yang tidak cukup hangat tapi cukup untuk menegarkan saya, merelakan berkurangnya satu tahun masa hidup saya di bumi-Nya.

Tak lama Idul Fitri datang, dan sayapun menyempatkan diri untuk pulang. Sayangnya saat itu saya sedikit tidak enak badan. Acara keluarga, silaturrahmi, dan semua yang biasa kami lakukan saat lebaran pun saya lewatkan. Rasanya pulang ke rumah saat itu sia-sia. Tapi yah, lagi-lagi saya harus tetap bersyukur. Bisa merayakan Idul Fitri sama keluarga besar itu sudah cukup, beside too many favours God bestowed upon me already. Jadi sakit itu rasanya bukan apa-apa.

Sekarang sudah hampir dua bulan setelah program PDT di Bali saya selesai. Unconditional letter of offer dari Uni juga sudah saya dapatkan tepat tiga hari setelah hasil IELTS saya keluar. Booklet kampus, form akomodasi lengkap dengan airport pick up nya juga sudah dikirimkan via email oleh student officer di sana.

Dreams really do come true!
Jadwal keberangkatan juga sudah fix, sekarang tinggal menunggu VISA being granted by the embassy. Sebenarnya juga sudah hampir jadi, Jumat kemarin saya dapat email dari Award’s staff yang meminta saya untuk mengonfirmasi apakah research saya nanti akan melibatkan patient either direct or indirectly? Yah ini memang saya harus tanyakan juga ke supervisor. Email sudah saya kirim, tapi berhubung weekend, mungkin saya baru akan dapat balasan Senin nanti. Hope everything’s going well.

Sedangkan untuk persiapan tehnis, jujur saya belum sama sekali. Jadwal di lab cukup menyiksa beberapa minggu terakhir ini, sejak kerja dengan eukariot saya memang sedikit kewalahan, jadi persiapan terkait keberangkatan masih nol besar. Padahal sudah hampir sebulan sebelum berangkat. Tapi sepertinya saya memang tidak akan menyiapkan terlalu banyak, karena disamping berat bagasi yang terbatas, saya juga tidak mau terlalu repot. Satu hal yang sedikit mengganggu saya dimana saya selaku salah satu international student di sana wajib membawa satu baju khas daerah. 

What is this insanity?

Sepertinya malam terakhir IAP di sana nanti akan ada semacam performance begitu, Oh my, I think I need to prepare some sort of excuse how to skip that cultural performance thing.

Ok sekian cerita malam ini. Terlalu banyak flashback rupanya. 

Ah rupanya di luar sana hujan masih betah mengguyur. Semoga malam minggu kalian menyenangkan teman.

xx.

2 comments:

  1. wahhh keren bangettt selamat ya salam buat koala di sana ...kerennn smoga niatnya selalu karena Allah...

    ReplyDelete

FEEL FREE TO SPEAK. AND ALL COMMENTS WILL BE RETURNED.
XX.